Oktober 25, 2020
fis@unima.ac.id
etika-komunikasi-mahasiswa-dengan-dosen

Bagi Anda yang baru lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas / Kejuruan, perguruan tinggi dapat terasa seperti sebuah dunia lain. Pepatah yang mengatakan bahwa masa-masa di sekolah (terutama SMA/SMK) merupakan masa-masa yang paling indah, akan terasa benar adanya. Perguruan tinggi dengan banyak tantangannya seperti tinggal jauh dari orang tua, lingkungan sosial yang sama sekali baru, jadwal kuliah yang padat, tugas yang begitu banyak, dll, akan terasa begitu melelahkan bagi mahasiswa.  Namun dari semua itu, tantangan untuk dapat berkomunikasi secara harmonis dengan dosen bisa jadi merupakan tantangan yang paling penting.

Untuk berhasil di perguruan tinggi, lambat laun Anda pasti akan berkomunikasi dengan dosen-dosen Anda. Perlu Anda pahami bahwa seorang dosen bukanlah sebuah server yang selalu siap sedia melayani apapun kemauan anda, mereka adalah salah satu figur pemegang otoritas di kampus. Dosen juga bukanlah bos Anda, karena mereka tidak membayar Anda untuk menyelesaikan berbagai tugas – jika Anda tidak menyelesaikan pekerjaan Anda, itu tidak menyakiti mereka, hanya Anda yang akan merugi.

Dalam situasi paling ideal, dosen Anda merupakan seorang ahli yang berpengetahuan luas tentang apa pun yang Anda pelajari, yang akan membimbing Anda untuk menambah pemahaman dan keahlian dalam bidang tersebut. Mereka dapat menginspirasi Anda untuk melakukan yang terbaik, seperti pelatih yang baik, atau mereka dapat membuat hidup Anda sengsara, seperti bos yang buruk. Terkadang perbedaannya adalah bagaimana Anda berkomunikasi dengan mereka.

TIPE-TIPE DOSEN

Ada banyak sekali tipe-tipe dosen yang mungkin akan anda temui. Dosen Anda mungkin orang yang santai. Dia mungkin sangat lucu. Dia mungkin sangat lembut ketika berbicara. Seorang dosen bisa menjadi ekstrovert atau introvert, berpikiran terbuka atau otoriter, akrab atau formal. Mereka mungkin percaya diri, canggung, atau berhati-hati. Bisa jadi juga mereka masih gugup di depan kelas meskipun telah berpengalaman 20 tahun dalam mengajar.

Hal yang harus Anda ingat adalah, bahwa dosen memiliki banyak otoritas di kelas, dia akan menjadi orang yang menilai pekerjaan Anda. Berbeda dengan guru sekolah menengah yang memiliki kewajiban untuk melakukan segala yang mungkin untuk membuat Anda naik kelas, dosen tidak memiliki pekerjaan itu. Pekerjaan dosen adalah menyajikan informasi, pengetahuan, dan ide kepada Anda. Tugas Anda adalah belajar. Jadi kepentingan utama Anda adalah untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang yang akan membimbing Anda di beberapa tahun paling penting dalam hidup Anda.

Kuncinya Terletak Pada Rasa Hormat dan Etika

Etika Komunikasi Mahasiswa dengan Dosen

Melalui SMS, Whatsapp, Messenger dan Aplikasi Pesan lainnya
  1. Perhatikan Waktu. Hubungi dosen saat jam kerja. Jika diluar itu, hindari menghubungi ketika waktu istirahat, beribadah, atau kesibukan umum lainnya. Misalnya, waktu sebelum pukul 07.00 atau diatas pukul 20.00 atau waktu istirahat/ibadah.
  1. Gunakan bahasa umum dan dimengerti, tanda baca yang baik dan konteks formal. Hindari menyingkat, tidak bertele-tele, tidak alay dan tidak memerintah. Contoh: “dmn, kpn, bgmn, otw, sy”, dan hindari juga kata-kata non-formal “aku, ok” serta pastikan tidak ada kesalahan penulisan (typo).
  1. Ucapkan Salam. Awali pesan dengan ucapan salam dan kata maaf untuk menunjukan sopan santun. Contoh, Selamat siang/sore , …  Mohon maaf mengganggu waktu bapak/ibu.
  1. Sebutkan Identitas. Pastikan menyampaikan identitas lengkap sebelum pembicaraan. Contoh, Saya Putra Ramay, Mahasiswa Prodi Geografi Angkatan 2019.
  1. Sampaikan keperluan dengan singkat namun jelas. Saya hendak mengingatkan bahwa besok ada kuliah Pendidikan Pancasila pukul 08.00 di Ruang FIS 01.
  1. Ucapkan Terima Kasih. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih atau salam sebagai penutup.
Format Umum: (Salam). (Identitas). (Tujuan). (Terima Kasih). (Salam Penutup).
Melalui Telepon atau Voice Call
  1. Gunakan tata cara seperti di atas dengan memperhatikan waktu kapan saudara menghubungi.
  2. Hindari menghubungi setelah pukul 20.00 dan sebelum pukul 07.00 atau saat waktu beribadah kecuali dalam kondisi darurat.